Assalamu’alaikum para pembaca sekalian. “Perkembangan mesin lebih cepat dari apa yang kita bayangkan”. Begitulah kira-kira apa yang ada pada dialog film Terminator Salvation. Ya, memang itu terjadi. Contohnya teknologi yang satu ini. Bernama resmi Sixth Sense. Alat ini merupakan perpaduan antara kamera, proyektor, dan juga cermin.
Bila kita review pengalaman hidup kita, maka kita akan sadar bahwa kita mengenal dunia ini menggunakan Indera. Alloh SWT membekali kita dengan Panca indera (5 Indera). Yaitu mata untuk melihat, telinga untuk mendengar, kulit untuk merasakan, lidah untuk mengecap, dan hidung untuk penciuman. Dengan indera itu kita melihat apa itu laptop, merasakkan mana tombol h mana tombol g dengan jari jemari kita, mendengar musik kesukaan kita, merasakkan nikmat dan harum teh melati saat kita bekerja didepan laptop tersebut. Itu baru hanya bekerja dengan laptop ditemani teh melati, masih banyak lagi yang bisa kita lakukan menggunakan Pancaindera.
Kini, sedang dikembangkan sebuah alat yang dinamai dengan Sixthsense atau indera ke enam. Mengapa dikatakan demikian? Bila kita melihat hasil dari aplikasi yang dilakukan alat ini, maka mungkin kita akan menyetujuinya. Misalnya pada saat kita membaca koran didepan kita, alat ini mendeteksi koran dengan kameranya, lalu menampilkan informasi dinamis mengunakan proyektornya, lalu kamera mengenali gerakkan jari kita sebagai instruksi layaknya mouse. Jari tersebut dipakaikan sejenis cincin berwarna sebagai point pengenal pada kamera.









News Dimensi 



Google telah membuat suatu teritori baru sejak Senin (14/12), dengan diluncurkannya layanan pemendek URL, bernama Goo.gl. Tidak seperti layanan pemendek URL lainnya, termasuk TinyURL dan Bit.ly, Goo.gl tersebut bukan sekedar pemendek URL yang dapat diakses user langsung ke situs standalone atau berdiri sendiri. Namun, layanan Goo.gl tersebut dibangun dalam product Google, mulai dengan toolbar browser Google dan layanan Feedburner RSS. Kedua layanan tersebut dapat membuat URL Goo.gl yang membuat link ke source content dengan menggunakan karakter yang lebih sedikit. Pemendekan karakter URL tersebut berguna ketika akan dilakukan sharing ke tempat seperti Twitter, yang mempunyai batas ukuran.