Kisah ini dimulai ketika seorang mahasiswa Computer Sience (Ilmu Komputer) Universitas Helsinki yang bernama Linus Torvalds ingin mengembangkan sistem operasi MINIX pada tahun 1991.
Sistem MINIX merupakan salah satu turunan dari UNIX. Pada saat itu sistem operasi MINIX diedarkan kepada mahsiswa di universitasnya sebagai prototipe sebuah sistem operasi. Dalam perkembangannya dia menyebarkan kode programnya melalui internet sehingga dapat dipelajari oleh orang lain, ini yang menyebabkan LInux berkembang pesat karena dibuat oleh ribuan programer dan hacker yang tersebar di seluruh dunia.
Linux pertama kali dikembangkan untuk berjalan pada komputer berbasis Intel 386/468 teteapi kemudian dikembangkan juga untuk mesin-mesin yang lain hingga saat ini Linux dapat berjalan pada mesin-mesin DEC, Alpha, SUN Sparcs, M68000, MIPS serta PowerPC. Saat ini Linux didistribusikan di bawah General Public License -- GNU -- yaitu suatu lisensi di mana pemilik program tetap memegang hak ciptanya, tetapi orang lain dapat menyebarkan, memodifikasi bahkan menjual kembali program tersebut dengan syarat kode program asli harus tetap disertakan. Hal ini juga disebut sistem open source.
Sebenarnya yang disebut Linux adalah sebuah kernel, yuang merupakan bagian paling penting dari sebuah sistem operasi, yang menangani I/O, pengaturan memori dan interaksi antara perangkat keras dengan aplikasi. Kernel Linux ini merupakan kernel standar yang digunakan oleh distribusi-distribusi yang ada sekarang ini. Perbedaan yang ada antar distribusi hanyalah pada paket-paket aplikasi yang disertakan, sistem penyusunan direktori, init script, dan lain-lain. Mana yang lebih baik? Semua sama baiknya, tergantung dari selera pemakai. Saat ini distribusi yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah RedHat yang terkenal dengan kemudahan dalam instalasinya. Selain RedHat masih ada beberapa distribusi besar seperti Mandrake, SuSe, United Linux, Slackware dan banyak lagi.
Untuk melakukan instalasi dibutuhkan ruang hard disk antara 200 mb sampai 2 gb tergantung pada banyaknya software yang akan diinstall. Pada beberapa distribusi Linux anda bahkan dapat menginstal versi minimal dengan hanya menggunakan 80 mb hard disk ataupun menggunakan sebuah disk dengan kapasitas 1.44 mb. Linux juga dapat dijalankan dengan baik pada komputer yang sudah memiliki sistem operasi lain seperti MS-DOS, Microsoft Windows ataupun OS/2. Pada saat komputer di hidupkan, pemakai dapat memilih untuk menjalankan komputer tersebut dengan sistem operasi Linux atau sistem operasi lainnya. Sistem seperti ini dinamakan "Dual Boot". Namun bukan berarti MS-DOS, Windows atau sistem operasi lain dibutuhkan untuk menjalankan Linux. Linux adalah sistem operasi yang dapat berdiri sendiri dan tidak bergantung pada sistem operasi lainnya.
Pada hari ini, *Yayasan Penggerak Linux Indonesia* (*YPLI*) dan *Tim Pengembang BlankOn* dengan bangga mengumumkan terbitnya BlankOn versi 6.0 yang diberi nama “*Ombilin*”. Seperti biasa, fitur BlankOn rata-rata menggunakan teknologi terbaru Linux, termasuk kernel Linux 2.6.32 dan lingkungan desktop GNOME 2.30.2. Ombilin didukung perangkat lunak hiburan yang siap langsung pakai tanpa memasang codec multimedia tambahan, dukungan akses Internet dengan yang sangat ringan untuk menjelajah web serta komunikasi pesan instan dan jejaring sosial, juga fitur-fitur perkantoran. Selain itu, Ombilin menyediakan fitur-fitur olah grafis vektor dan bitmap serta album foto digital.
*Rahman Yusri Aftian* yang memimpin rilis Ombilin ini menjelaskan: “*BlankOn Ombilin adalah versi BlankOn yang dibangun dengan semangat kemandirian dan menjadi cikal bakal BlankOn setelah Ombilin yang diharapkan dapat berdiri dengan kaki sendiri dari ketergantungan terhadap distribusi linux lain. Di Ombilin inilah BlankOn mempunyai repo mandiri tanpa tergantung pada repo distribusi linux lain sehingga pengguna dapat dimanjakan dengan repo tersebut baik daring atau luring yang berbentuk DVD, di samping itu Ombilin juga menciptakan sejarah baru bagi BlankOn dengan dirilisnya Ombilin untuk arsitektur amd64*”
Ombilin menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa utama yang digunakan pada antarmukanya, dan diharapkan dapat menjadi alat sosialisasi istilah-istilah bidang komputer pada Bahasa Indonesia yang selama ini dianggap aneh dan membingungkan. Ombilin juga turut melestarikan budaya bangsa dengan mengusung dukungan terhadap aksara nusantara, yang pada versi ini mendukung dua aksara baru yaitu Bali dan Sunda di samping Lontara’ dan Batak Toba.
“*BlankOn adalah karya anak-anak bangsa. Jadi, mari semua anak bangsa ikut dalam pengembangan BlankOn di negara sendiri*” ujar *Simon Liling*, salah seorang pengembang Ombilin yang berlokasi di Makassar.
Ombilin juga dikembangkan dengan maksud sebagai pelatihan bagi para pengembang dalam negeri dalam hal kolaborasi daring (online) dan pengembangan produk perangkat lunak bebas/terbuka, yang mana proses pengembangannya total dilakukan secara daring menggunakan jalur situs web, milis dan kanal IRC. Catatan Rilis dan Alamat Unduh
Daftar fitur terbaru dan spesifikasi dapat dilihat pada halaman Catatan Rilis di alamat catatan-rilis-ombilin.html<http://www.blankonlinux.or.id/catatan-rilis-ombilin.html>
Ombilin dapat diperoleh melalui situs www.blankonlinux.or.id dan situs-situs cermin lainnya. Kontak media
Silakan lakukan korespondensi dengan menggunakan jalur milis pada alamat: \n
Alamat e-mail ini telah diblok oleh spam bots, Anda membutuhkan Javascript untuk melihatnya
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya Dukungan Teknis
Dukungan teknis profesional BlankOn dapat diperoleh melalui mitra YPLI berikut:
- Data Bisnis <http://www.databisnis.com/> - Linuxindo <http://www.linuxindo.com/> - Nurul Fikri <http://www.nurulfikri.com/>
Pusat Pelatihan BlankOn
Mitra YPLI di bawah ini menyediakan layanan pelatihan profesional penggunaan BlankOn:
- Linuxindo <http://www.linuxindo.com/> - Nurul Fikri <http://www.nurulfikri.com/>
Tentang YPLI
YPLI adalah organisasi nirlaba yang bergerak dalam pengembangan software dan sumber daya manusia di bidang Linux, Free Software, dan Open Source Software (FOSS) di Indonesia. Situs Internet YPLI adalah http://www.ypli.or.id/ Catatan
BlankOn dan logo BlankOn adalah merek terdaftar YPLI.
Linux adalah merek dagang terdaftar milik Linus Torvalds.
Merek dagang dan hak cipta lain yang dirujuk catatan ini adalah kepunyaan masing-masing pemiliknya.
Libretto W100 baru-baru ini diperkenalkan Toshiba sebagai perangkat internet multimedia yang memiliki dua layar sentuh. Laptop mini dengan layar sentuh ini sengaja dirancang untuk browsing internet, mengirim serta menerima email, dan menjaga kecepatan koneksi internet.
"Salah satu layar dapat digunakan untuk pembuatan konten, seperti dokumen Word atau email. Sementara layar yang lainnya dapat digunakan untuk menelusuri situs, jejaring sosial, atau program multimedia," kata juru bicara Toshiba. "Selain itu, perangkat ini juga dapat digunakan secara vertikal berkat terintegrasi accelerometer."
Produk Toshiba termutakhir ini memiliki spesifikasi sistem operasi Microsoft Windows 7, prosesor intel, dua layar 7 inci, LED layar sentuh, dan drive 62GB untuk aplikasi dokumen dan film serta foto dan musik. Selain itu, fitur Libertto W100 juga terintegrasi dengan Wi-Fi, Bluetooth, dan versi 3G yang memungkinkan pengguna untuk menjelajahi situs dengan menggunakan jaringan telepon selular. Perusahaan yang telah membuat laptop selama 25 tahun ini baru akan menjual Libertto W100 pada bulan depan. Sementara ini, Toshiba belum memastikan rincian harga untuk perangkat tersebut.
Dalam dunia router, mesin yang berfungsi mengarahkan alamat di Internet, Cisco merupakan nama yang sudah tidak diragukan lagi. Tetapi di dunia lain, nama Mikrotik, yang berbentuk software, lumayan dikenal sebagai penyedia solusi murah untuk fungsi router, bahkan kita dapat membuat router sendiri dari komputer rumahan.
Untuk negara berkembang, solusi Mikrotik sangat membantu ISP atau perusahaan-perusahaan kecil yang ingin bergabung dengan Internet. Walaupun sudah banyak tersedia perangkat router mini sejenis NAT, dalam beberapa kondisi penggunaan komputer dan software Mikrotik merupakan solusi terbaik. Mikrotik adalah perusahaan kecil berkantor pusat di Latvia, bersebelahan dengan Rusia, pembentukannya diprakarsai oleh John Trully dan Arnis Riekstins. John Trully adalah orang Amerika yang berimigrasi ke Latvia dan berjumpa Arnis yang sarjana Fisika dan Mekanik di sekitar tahun 1995.
Tahun 1996 John dan Arnis mulai me-routing dunia (visi Mikrotik adalah me-routing seluruh dunia). Mulai dengan sistem Linux dan MS DOS yang dikombinasikan dengan teknologi Wireless LAN (W-LAN) Aeronet berkecepatan 2Mbps di Molcova, tetangga Latvia, baru kemudian melayani lima pelanggannya di Latvia. Ketika saya menanyakan berapa jumlah pelanggan yang dilayaninya saat ini, Arnis menyebut antara 10 sampai 20 pelanggan saja, karena ambisi mereka adalah membuat satu peranti lunak router yang handal dan disebarkan ke seluruh dunia. Ini agak kontradiksi dengan informasi yang ada di web Mikrotik, bahwa mereka mempunyai 600 titik (pelanggan) wireless dan terbesar di dunia. Padahal dengan wireless di Jogja dan Bandung saja, kemungkinan besar mereka sudah kalah bersaing.
Prinsip dasar mereka bukan membuat Wireless ISP (WISP), tapi membuat program router yang handal dan dapat dijalankan di seluruh dunia. Latvia hanya merupakan “tempat eksperimen” John dan Arnis, karena saat ini mereka sudah membantu negara-negara lain termasuk Srilanka yang melayani sekitar empat ratusan pelanggannya.
Linux yang mereka gunakan pertama kali adalah Kernel 2.2 yang dikembangkan secara bersama-sama dengan bantuan 5 - 15 orang staf R&D Mikrotik yang sekarang menguasai dunia routing di negara-negara berkembang. Selain staf di lingkungan Mikrotik, menurut Arnis, mereka merekrut juga tenaga-tenaga lepas dan pihak ketiga yang dengan intensif mengembangkan Mikrotik secara maraton.
Ketika ditanya siapa saja pesaing Mikrotik, Arnis tersenyum dan enggan mengatakannya. Sewaktu saya simpulkan tidak ada pesaing, Arnis dengan sedikit tertawa menyebut satu nama yang memang sudah lumayan terkenal sebagai produsen perangkat keras khusus untuk teknologi W-LAN, yaitu Soekris dari Amerika. Tujuan utama mereka berdua adalah membangun software untuk routing, sementara kebutuhan akan perangkat keras juga terus berkembang, sehingga akhirnya mereka membuat berbagai macam perangkat keras yang berhubungan dengan software yang mereka kembangkan.
Semangat Mikrotik ini agak berbeda dari kebanyakan perusahaan sejenis di Amerika, karena mereka berkonsentrasi di pengembangan software lalu mencari solusi di hardware-nya dengan mengajak pihak ketiga untuk berkolaborasi. Dan kita dapat melihat ragam perangkat yang mereka tawarkan menjadi semakin banyak, mulai dari perangkat yang bekerja di frekwensi 2,4GHz dan 5,8GHz sampai ke interface dan antena.
Langkah-langkah berikut adalah dasar-dasar setup mikrotik yang dikonfigurasikan untuk jaringan sederhana sebagai gateway server.
1. Langkah pertama adalah install Mikrotik RouterOS pada PC atau pasang DOM.
2. Login Pada Mikrotik Routers melalui console : MikroTik v2.9.7 Login: admin <enter> Password: (kosongkan) <enter>
Sampai langkah ini kita sudah bisa masuk pada mesin Mikrotik. User default adalah admin dan tanpa password, tinggal ketik admin kemudian tekan tombol enter.
3. Untuk keamanan ganti password default [admin@Mikrotik] > password old password: ***** new password: ***** retype new password: ***** [admin@ Mikrotik]] >
4. Mengganti nama Mikrotik Router, pada langkah ini nama server akan diganti menjadi “XAVIERO” (nama ini sih bebas2 aja mo diganti) [admin@Mikrotik] > system identity set name=XAVIERO [admin@XAVIERO] >
5. Melihat interface pada Mikrotik Router [admin@XAVIERO] > interface print Flags: X – disabled, D – dynamic, R – running # NAME TYPE RX-RATE TX-RATE MTU 0 R ether1 ether 0 0 1500 1 R ether2 ether 0 0 1500 [admin@XAVIERO] >
6. Memberikan IP address pada interface Mikrotik. Misalkan ether1 akan kita gunakan untuk koneksi ke Internet dengan IP 192.168.0.1 dan ether2 akan kita gunakan untuk network local kita dengan IP 172.16.0.1
[admin@XAVIERO] > ip address add address=192.168.0.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether1 [admin@XAVIERO] > ip address add address=172.16.0.1 netmask=255.255.255.0 interface=ether2
7. Melihat konfigurasi IP address yang sudah kita berikan [admin@XAVIERO] >ip address print Flags: X – disabled, I – invalid, D – dynamic # ADDRESS NETWORK BROADCAST INTERFACE 0 192.168.0.1/24 192.168.0.0 192.168.0.63 ether1 1 172.16.0.1/24 172.16.0.0 172.16.0.255 ether2 [admin@XAVIERO] >
8. Memberikan default Gateway, diasumsikan gateway untuk koneksi internet adalah 192.168.0.254 [admin@XAVIERO] > /ip route add gateway=192.168.0.254
9. Melihat Tabel routing pada Mikrotik Routers [admin@XAVIERO] > ip route print Flags: X – disabled, A – active, D – dynamic, C – connect, S – static, r – rip, b – bgp, o – ospf # DST-ADDRESS PREFSRC G GATEWAY DISTANCE INTERFACE 0 ADC 172.16.0.0/24 172.16.0.1 ether2 1 ADC 192.168.0.0/26 192.168.0.1 ether1 2 A S 0.0.0.0/0 r 192.168.0.254 ether1 [admin@XAVIERO] >
Terakhir kali diperbaharui ( Wednesday, 16 June 2010 )